Puasa Tidak Sekedar Menahan Makan dan Minum
Oleh Al-Ustadz Saifudin Zuhri, Lc.
Puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ. قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلاَّ الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ta’ala berkata: ‘Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsunya dan makannya karena Aku’.” (Shahih, HR. Muslim)
Baca Lanjutannya…
Agustus 20, 2009
Kategori: Nasehat . Yang berkaitan: rfadhillah, makan, minum, puasa . Penulis: Muhammad Reza . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
KEMUDAHAN ALLAH DI BULAN RAMADHAN
Oleh Al Ustadz Jafar Salih
Tatkala puasa Ramadhan merupakan sarana untuk menggapai ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan keberuntungan dengan surga, serta maslahat-maslahat lainnya seperti penyucian jiwa, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mensyariatkan kepada orang-orang yang tidak dapat melaksanakannya karena suatu udzur syar’i untuk menggantinya dengan berpuasa di hari yang lain, dan yang lainnya dengan membayar fidyah. Hal ini agar maslahat puasa dapat dirasakan oleh setiap hamba-hamba-Nya yang beriman. Demikianlah Allah Ta’ala permudah jalan untuk mereka yang ingin menggapai keridha’an-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“…dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (Qs. Al Baqarah; 185) Baca Lanjutannya…
Agustus 20, 2009
Kategori: Fiqih, Ibadah . Yang berkaitan: rhalangan, Ibadah, islam, kemudahan, puasa, qadha, ramadhan, udzur . Penulis: Muhammad Reza . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Keutamaan Memberi Makanan Berbuka kepada Orang-orang yang Berpuasa
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ (رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صحيح)
“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”) Baca Lanjutannya…
Agustus 20, 2009
Kategori: Fiqih, Ibadah . Yang berkaitan: rberbuka, buka, ifthar, ifthor, keutamaan, puasa, ta'jil . Penulis: Muhammad Reza . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Pertanyaan:
Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Seseorang memiliki tanggungan / hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya ternyata ia belum juga mengqodho’ (mengganti kewajiban/membayar) hutang puasanya tersebut. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya Ternyata ia belum juga mengqodho ‘(mengganti Kewajiban / membayar) puasanya hutang tersebut. Bagaimana seharusnya yang ia lakukan? Bagaimana seharusnya yang ia Lakukan? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya? Baca Lanjutannya…
Agustus 20, 2009
Kategori: Fiqih, Ibadah . Yang berkaitan: rIbadah, puasa, qadha, ramadhan . Penulis: Muhammad Reza . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Menyambut Kemenangan di Bulan Ramadhan
Tiba saatnya kaum muslimim menyambut tamu agung bulan Ramadhan, tamu yang dinanti-nanti dan dirindukan kedatangannya. Tiba saatnya kaum muslimim menyambut tamu agung bulan Ramadhan, tamu yang dinanti-nanti dan dirindukan kedatangannya. Sebentar lagi tamu itu akan bertemu dengan kita. Sebentar lagi tamu itu akan bertemu dengan kita. Tamu yang membawa berkah yang berlimpah ruah. Tamu yang membawa Berkah yang berlimpah ruah. Tamu bulan Ramadhan adalah tamu agung, yang semestinya kita bergembira dengan kedatangannya dan merpersiapkan untuk menyambutnya. Tamu bulan Ramadhan adalah tamu agung, yang semestinya kita bergembira dengan kedatangannya dan merpersiapkan untuk menyambutnya. Baca Lanjutannya…
Agustus 20, 2009
Kategori: Nasehat . Yang berkaitan: rbulan, hilal, hisab, islam, kuburan, maaf, memaafkan, nyekar, padusan, puasa, ramadhan, ru'yah, rukyah, shiyam . Penulis: Muhammad Reza . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadhan
oleh Al Ustadz Ahmad Hamdani
Sumber : http://salafy.iwebland.com/baca.php?id=31
Kalau jasmani seseorang dapat menjadi kuat disebabkan latihan fisik, maka puasa dapat memperkuat jiwa. Pada diri seseorang yang berpuasa, suplai bahan makanan dan minuman yang merupakan bahan bakar aktifitas kehidupan manusia berkurang sehingga pembuluh-pembuluh darah menyempit. Seiring dengan menyempitnya pembuluh-pembuluh darah itu berarti menyempit pula tempat aliran setan dalam tubuh. Keadaan seperti ini akan membuat nafsu syahwat terpenjara dan memenangkan anggota badannya dengan cara yang menakjubkan. Inilah hakikat puasa. Dengan demikian puasa adalah perisai dari serangan nafsu syahwat bagi orang-orang yang bertaqwa.
Baca Lanjutannya…
Agustus 20, 2009
Kategori: Fiqih, Ibadah . Yang berkaitan: rberbuka, bimbingan, fatwa, islam, puasa, ramadhan, sahur, shiyam . Penulis: Muhammad Reza . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Agar Anak Tidak Menjadi TERORIS
(download file format ms-word di sini)
Betapa hancur hati kedua orang tua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya – yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam – terciduk oleh aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orang tua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan. Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi terorisme!!
Demikianlah, betapa menyedihkan, ternyata jaringan terorisme telah berhasil menyeret anak-anak baik dari putra-putra kaum muslimin dalam aksi biadab yang bertentangan dengan agama dan akal sehat tersebut.
Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana anak-anak muslimin bisa terseret jaringan terorisme? Melalui pintu apa terorisme bisa masuk ke alam pikiran mereka sehingga mereka tertarik dan mau mengikutinya?
Baca Lanjutannya…
Agustus 17, 2009
Kategori: Nasehat . Yang berkaitan: ranak, irhab, kafir, khawarij, Salafy, takfir, teroris, terorisme . Penulis: Muhammad Reza . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar